Pengawasan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan

Detail Cantuman

Skripsi

Pengawasan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan

XML

Eka Dewi Rosiana, NPM.15.501010.030, dengan judul skripsi “Kewenangan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan”, dibawah bimbingan Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H sebagai pembimbing I dan Sapriani,S.H.,M.H. sebagai pembimbing II.
Tarakan merupakan sebuah kota yang terletak di sebelah utara Kalimantan, dimana kota ini sangat dekat dengan perbatasan antara Indonesia dengan Negara tetangga Malaysia. Kota Tarakan merupakan pusat perekonomian dan jasa serta merupakan pusat transportasi udara maupun laut di Kalimantan Utara sehingga memudahkan akses keluar masuk barang secara ilegal. Untuk meminimalisir importasi ilegal, maka perlu dilakukannya tindakan preventif agar suatu pelanggaran dapat dicegah yakni berupa pengawasan. Bea Cukai diberikan wewenang untuk mengawasi arus lalu lintas barang impor maupun ekspor didalam suatu Negara.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yuridis normatif, yang dilakukan melalui pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa wewenang yang dimiliki pejabat Bea Cukai dalam kepabeanan ini diperlukan dalam mendukung pelaksanaan tugasnya mengamankan hak-hak Negara. Hal ini terutama dalam mengadapi barang impor yang belum diselesaikan kewajiban pabeannya atau barang lain yang harus di awasi menurut undang-undang. Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang menentukan bahwa barang yang di masukan ke dalam daerah pabean terutang bea masuk dan berdasarkan proposisi ketentuan pokok tersebut,
status yuridis barang sejak saat pemasukan ke dalam daerah pabean sampai dengan terpenuhinya kewajiban kepabeanan menjadi objek pengawasan bea dan cukai. Tetapi pada kenyataanya dalam maksimalkan pengawasan dan pengendalian terhadap masuknya barang secara ilegal ini tentu sangat sulit, hal ini
karena adanya kendala-kendala, antara lain: kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya sumber daya PNS, luasnya wilayah kerja yang diawasi serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat.
Kata kunci : Kewenangan, Bea Cukai, Kendala


Detail Information

Pembimbing/Promotor
Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H.,M.H
NIDN/NIDK Pembimbing
197908142005011003
Penulis
Eka Dewi Rosiana - Personal Name
NPM/NIDN/NIDK
15.501010.030
Kode Prodi PDDIKTI
74201
Bahasa
Indonesia
Tanggal Publikasi
2019-08-08
Penerbit Universitas Borneo Tarakan : Perpustakaan UBT.,
Edisi
Publish
Subyek
Klasifikasi
340.72

Lampiran Berkas

LOADING LIST...
Citation
. (2019).Pengawasan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan

.Pengawasan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi

.Pengawasan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi

.Pengawasan Bea Cukai Terhadap Produk Impor Ilegal Di Kota Tarakan(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail