Hak Isri Atas Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis

Detail Cantuman

Skripsi

Hak Isri Atas Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis

XML

Andri zulkarnain, NPM.15.501010.061, “Hak Isteri Atas Harta Bersama Setelah Terjadinya Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis”. (Dibimbingan Dr. Marthin, S.H.,M.Hum. sebagai
pembimbing I dan Dr. Marthen B Salinding, S.H.,M.H. sebagai pembibing II).
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan hak isteri atas harta bersama setelah terjadinya perceraian, untuk mengetahui bagaimana kedudukan harta bersama setelah terjadinya proses perceraian ditinjau dari hukum adat Dayak Tenggalan.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Empiris, teknik penelitian data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah model deskritif kualitatif.
Adapun hasil dari penelitian pertama, dasar pemikiran hukum adat Dayak Tenggalan tidak memberikan isteri harta bersama setelah terjadinya perceraian adalah, dikarenakan pada saat melakukan proses perkawinan adat, suami telah memberikan purut/mahar kepada isteri dengan memenuhi semua permintaan dari pihak isteri, jika isteri meminta perceraian maka isteri tidak mendapatkan harta bersama. Kedua, kedudukan isteri atas harta bersama setelah terjadi perceraian isteri, apabila suami yg menginginkan perceraian maka isteri berhak menuntut atau mendapatkan harta bersama, suami juga dikenakan denda adat apabila suami melakukan masalah yang mengarahkan kepada perceraian dan denda tersebut harus diberikan kepada isteri sesuai pertimbangan adat, jika isteri yang ingin bercerai maka isteri tidak mendapatkan harta bersama isteri dengan rela mengembalikan harta tersebut tanpa menuntut apapun, namun jika keduanya sama-sama meminta perceraian maka suami tidak berhak mengambil kembali purut yg telah diberikan kepada isteri dan harta bersama saat perkawinan haruus dibagi rata. Kesimpulan Pertama, dapat dilihat pada saat proses perkawinan adat, suami telah memberikan purut kepada isteri sesuai dengan permintaan pihak isteri,
Kedua, jika isteri menginginkan perceraian maka isteri tidak mendapatkan harta bersama.
Kata kunci : Hukum Adat, perceraian, harta bersama


Detail Information

Pembimbing/Promotor
Dr. Marthin, S.H., M.Hum
NIDN/NIDK Pembimbing
0020035601
Penulis
Andri Zulkarnain - Personal Name
NPM/NIDN/NIDK
15.501010.061
Kode Prodi PDDIKTI
74201
Bahasa
Indonesia
Tanggal Publikasi
2019-08-08
Penerbit Universitas Borneo Tarakan : Perpustakaan UBT.,
Edisi
Publish
Subyek
Klasifikasi
340.72

Lampiran Berkas

LOADING LIST...
Citation
. (2019).Hak Isri Atas Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan

.Hak Isri Atas Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi

.Hak Isri Atas Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi

.Hak Isri Atas Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian Dalam Perkawinan Adat Dayak Tenggalan Kecamatan Lumbis(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail