Analisis Putusan Hakim Praperadilan Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor : 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)

Detail Cantuman

Skripsi

Analisis Putusan Hakim Praperadilan Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor : 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)

XML

AMELIA AYU SEKARINI, NPM. 14501010027. “Analisis Putusan Hakim Praperadilan dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)”.
(Dibimbing oleh Dr. Syafruddin, S.H., M.Hum, dan Mansyur, S.H., M.H)
Inti dari praperadilan adalah melindungi hak asasi manusia terhadap siapa saja yang berhadap dengan hukum pidana Indonesia, karena dalam hukum pidana terdapat upaya paksa dalam pelaksanaanya yang dikenal sebagai ultimum remedium. Hal tersebut sesuai dengan asas atau prinsip yang dianut oleh KUHAP sendiri yang berusaha melindungi hak asasi manusia lebih dari HIR, sehingga perbuatan atau tindakan hukum yang dilaksanakan oleh penegak hukum dalam melaksanakan atau menegakkan hukum pidana yang mempunyai upaya paksa bisa dilakukan usaha atau tindakan praperadilan jika dirasa tidak sesuai aturan terlepas dari upaya paksa yang sudah diatur dan bisa dilakukan upaya praperadilan. Penelitian ini membahas dasar pertimbangan putusan hakim praperadilan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 19/PRA.PER/2016/PN.SBY yang dimohonkan Pemohon La Nyalla Mahmud Mattalitti. Dalam putusan tersebut, hakim tunggal Ferdinandus mengabulkan permohonan pemohon yang menyatakan bahwa penetapan tersangka adalah tidak sah. Penelitian ini akan menguraikan terhadap pertimbangan hukum dari putusan praperadilan dan kesesuaian putusan hakim praperadilan dengan KUHAP dan hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yang dilakukan melalui pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hakim praperadilan dalam Putusan Praperadilan Nomor: 19/PRA.PER/2016/PN.SBY yakni mengenai prosedur penetapan sebagai tersangka, barang bukti yang dikembalikan sebelum dilakukan penyelidikan dan penyidikan, tidak ada fakta baru dalam proses penyidikan ke-2 dan perkara ne bis in idem. Dasar pertimbangan tersebut telah sesuai dengan KUHAP dan hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia.
Kata kunci: praperadilan, La Nyalla Mattalitti, hukum acara pidana


Detail Information

Pembimbing/Promotor
Dr. Syafruddin, S.H., M.Hum.
NIDN/NIDK Pembimbing
1120046901
Penulis
Amelia Ayu Sekarini - Personal Name
NPM/NIDN/NIDK
14.501010.027
Kode Prodi PDDIKTI
74201
Bahasa
Indonesia
Tanggal Publikasi
2019-08-07
Penerbit Universitas Borneo Tarakan : Perpustakaan UBT.,
Edisi
Publish
Subyek
Klasifikasi
340.72

Lampiran Berkas

LOADING LIST...
Citation
. (2019).Analisis Putusan Hakim Praperadilan Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor : 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan

.Analisis Putusan Hakim Praperadilan Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor : 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi

.Analisis Putusan Hakim Praperadilan Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor : 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi

.Analisis Putusan Hakim Praperadilan Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Kasus La Nyalla Mattalitti (Studi Putusan Praperadilan Nomor : 19/PRA.PER/2016/PN.SBY)(Publish).Perpustakaan UBT:Universitas Borneo Tarakan,2019.Skripsi



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail